Marine Science and Technology

Sedimentasi

by Seandy Firmansyah , at 01.01 , have 0 comments

Sedimentasi adalah masuknya muatan sedimen ke dalam suatu lingkungan perairan tertentu melalui media air dan diendapkan di dalam lingkungan tersebut. Sedimen meliputi tanah dan pasir, berifat tersuspensi, yang masuk ke badan air akibat erosi atau banjir dan pada dasarnya tidaklah bersifat toksik. Sedimen di dalam air berupa bahan-bahan tersuspensi (Effendi, 2000). Sedimentasi pada dasarnya merupakan kerak bumi (regolith) yang ditransportasikan melalui proses hidrologi dari suatu tempat ke tempat yang lain, baik secara vertical maupun secara horizontal. Seluruh permukaan dasar laut ditutupi oleh partikel-partikel sedimen yang diendapkan secara perlahan-lahan dalam jangka waktu berjuta-juta tahun (Garrison 2005, dalam Rianto 2010).

Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok utama batuan (bersama dengan batuan beku dan batuan metamorfosis) yang terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur, batu pasir, dan lempung, termasuk dalam batuan sedimen. Batuan sedimen meliputi 75% dari permukaan bumi. Pipkin (1977) menyatakan bahwa sedimen adalah pecahan, mineral, atau material organik yang ditransforkan dari berbagai sumber dan diendapkan oleh media udara, angin, es, atau oleh airdan juga termasuk didalamnya material yang diendapakan dari material yang melayang dalam air atau dalam bentuk larutan kimia.

Keberadaan sedimen pada badan air mengakibatkan peningkatan kekeruhan perairan yang selanjutnya menghambat penetrasi cahaya dan transfer oksigen dari atmosfer ke perairan, juga menghambat daya lihat (visibilitas) organisme akuatik. Sedimen juga dapat menyebabkan hilangnya tempat memijah yang sesuai bagi ikan. Sedimen dapat menutupi substrat sehingga organisme yang membutuhkan substrat sebagai tempat hidupnya (seperti perifiton) dan sebagai tempat berlindung menjadi terganggu kelangsungan hidupnya (Effendi, 2000).

Sumber dan Karakteristik Fisik, Kimia, dan Biologi
Menurut Mero(1965), Sedimentasi di perairan pesisir terjadi perlahan dan berlangsung menerus selama suplai muatan sedimen yang tinggi terus berlangsung. Perubahan laju sedimentasi dapat terjadi bila terjadi perubahan kondisi lingkungan fisik di daerah aliran sungai terkait. Pembukaan lahan yang meningkatkan erosi permukaan dapat meningkatkan laju sedimentasi. Sebaliknya, pembangunan dam atau pengalihan aliran sungai dapat merubah kondisi sedimentasi menjadi kondisi erosional. Bila sedimentasi semata-mata karena tranportasi muatan sedimen sepanjang pantai, laju sedimentasi yang terjadi relatif lebih lambat bila dibandingkan dengan sedimentasi yang mendapat suplai muatan sedimen dari daratan. Jenis-jenis sedimen dapat dibagi kedalam tiga kelompok dengan melihat dari mana sumbernya berasal.

Sedimen Lithogenous
Jenis sediment ini berasal dari pengikisan batu-batuan di darat. Hal ini dapat rejadi karena adanya suatu kondisi fisik yand ekstim, seperti yang di sebabkan oleh danaynya proses pemanasan dan pendinginan terhadap batu-batuan yang terjadi secara berulang di padang pasir, oleh karena adanya embun- embundi musim dingin, atau karena adanya aksi kimia dari larutan bahan-bahan yang terdapat di dalam air hujan atau air tanah terhadap permukaan batu.

Partikel-partikel batuan diangkut dari darat ke laut oleh sungai-sungai. Berapa sungai di dunia yang mengalir di daerah yang begitu luas akan memindahkan sejumlah besar sediment ke dalam lautan. Begitu sediment mencapai lautan penyebarannya kemudian ditentukan terutama oleh sifat-sifat fisik dari partikel-partikel itu sendiri, khususnya oleh lamanya mereka tinggal melayang-layang dilapisan ( kolom ) air. Partikel-partikel yang berukuran besar cenderung untuk lebih cepat tenggelam dan menetap dari yang berukuran lebih kecil. Kecepatan tenggelamnya partikel-partikel ini telah dihitung dimana jenis partikel pasir hanay memerlukan waktu kira-kira 1,8 hari untuk tenggelam dan menetap di lapisan atas dasar laut yang mempunyai kedalaman 4000 meter. Sedangkan jenis partikel lumpur lebih kecil membutuhkan waktu kira-kira 85 hari dan jenis partikel tanah liat membutuhkan waktu kira-kira 51 juta tahun pada kedalaman kolom air yang sama. Endapan tanah liat dan lumpur diankut lebih jauh ke tengah laut dan kebanyakan akan mengendap pada daerah continental shelf  dan oleh karena itu partikel-partikel yang berukuran paling kecil cenderung untuk diendapkan pada dasar laut yang dalam.

Sedimen Biogenous
Sisa-sisa rangaka dari organisme hidup juga akan membentuk endapan partikel-partikel halus yng dinamakan ooze yang biasanya mengendap pada daerah-daerah yang letaknya jauh dari pantai. Sedimen ini digolongkan kedalam dua tipe utama yaitu calca reous dan siliceous ooze, dimana hal ini tergantung pada jenis organisme dari mana mereka berasal dan macam bahan yang telah bergabung ke dalam kulit atau ranka mereka.
 
Tipe Calcareous

  • Globerigina Ooze : Globerigina dalah salah satu grupdari organisme yang bersel tunggal yang dikenal sebagai Foraminifera di mana kulitnya mengandung calsium carbonat (zat kapur).sisa-sisa mereka membentuk ooze yang menutupu 35% bagian permukaan dasar laut yang relative kebanyakan dijumpai di daerah-daerah panas dunia. 


  • Pteropod Ooze : Pteropod dalah golongan moluska yang bersofat sebagai plankton di mana tubuh mereka mempunyai kulit (shell) yang mengandung zat kapur.Ooze yang terbentuk dari mereka dan menutupi dasar laut hanya berjumlah 15 saja, walaupun kadang-kadang mereka ini sudah bercampur dengan ooze jenis lain. 


Tipe Siliceous 

  • Datom Ooze : diatom adalah golongan tumbuh-tumbuhan yang bersel tunggal yang mempunyai kulit yang mengandung silica. Ooze yang terbentuk menutupi 9% permukaan dasar laut. Mereka banyak dijumpai di daerah-daerah yang leih dingin yang bersalinitas rendah seperti daerah Lautan Hindia yangterletak pada bagian paling selatan.


  • Radiolaria Ooze : adalah golongan protozoa bersel satu di mana bentuk endapannya menutupi 1-2% permukaan dasar laut.


  • Red Clay Ooze : Bentuk ooze ini mempunyai kandungan silica yang tinggi, tetapi darimana asal mereka sampai saat ini masih merupakan pertanyaan

Sedimen Hydrogenous
Jenis partikel dari sedimen golongan ini dibentuk dibentuk sebagai hasil reaksi kimia dalam air laut. Sebagai contoh manganese nodules (bungkahan-bungkahan mangan) berasal dari endapan lapisan oksida dan hidroksida dari besi dan mangan yang terdapat di dalam sebuah rangkaian lapisan konsentris di sekitar pecahan batu atau runruhan puing-puing. Jenis logan-logan lain seperti copper (tembaga), cobalt dan nikel juga tergabung di dalamnya. Reaksi kimia yang terjadi disini relative lebih lambat, di mana membentuk sebuah nodule yang besar diperlukan waktu selama berjuta-juta tahun dan proses ini kemudian akan berhenti sama sekali jika nodule telah terkubur dalam sediment. Sebagai akibatnya nodule-nodule ini menjadi begitu banyak dijumpai di Lautan Pasifik daripada di Lautan Atlantik. Hal ini disebabkan karena tingkat kecepatan proses sedimentasi untuk mengukur nodule-nodule yang terjadi di Lautan Pasifik lebih lambat jika dibandingkan dengan Lautan atlantik.

Analisis bentuk eksternal dan tekstur internal benda geologi dari penampang rekaman seismik dikenal dengan analisa fasies seismik atau seismic facies analysis. Terdapat 8 jenis bentuk eksternal benda geologi: sheet, sheet drape, wedge, bank, lens, mound, fan dan fill.

Tabel.  Kasifikasi sedimen berdasarkan ukuran

Seandy Firmansyah
Sedimentasi - written by Seandy Firmansyah , published at 01.01, categorized as Oceanography . And have 0 comments
No comment Add a comment

Komentar dari Anda akan sangat saya hargai.

Cancel Reply
GetID
Copyright ©2014 Laut Biru
Support by Rastermaps - Published by seandy
Powered by Blogger