Sampai saat ini telah banyak software pengolah citra, diantaranya: ER Mapper, ERDAS Imagine, Idrisi Kilimanjaro, ENVI, CVIP tools, PCI, ELWIS, dll. Masing-masing software tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan ER Mapper yaitu kemampuannya menghemat tempat pada hard disk dan setiap hasil proses dapat langsung dilihat tampilannya pada layar monitor. Selain dua hal tersebut kelebihan ER Mapper adalah dalam fungsi koreksi geometrik, dimana terdapat fasilitas image to image rectification yang memudahkan kita dalam mengambil titik control bumi (GCP).
ER Mapper dapat dijalankan pada work station dengan sistem operasi unix atau PC dengan sistem operasi windows NT atau window 95 ke atas.
Cara Memulai Ermapper
Dari menu Start , click All Program, click ER Mapper, kemudian click ER Mapper sehingga akan muncul toolbox seperti di bawah:
1. Menu bar, tempat pilihan perintah yang akan digunakan pada pengolahan citra, dalam bentuk memanjang ke bawah, untuk perintah pada menu bar click nama pada menu bar, kemudian pilih perintah yang akan dijalankan
2. Tool bar, tempat menampilkan pilihan perintah umum secara cepat, dengan menggunakan icon-icon, untuk menjalankannya hanya click pada tombol perintah yang diinginkan.
3. Tool tips, untuk mengetahui fungsi dari suatu icon, letakkan pointer di atas icon yang ingin diketahui, kemudian akan muncul kalimat (tool tips) yang akan memberitahukan fungsi dari icon tersebut
Cara Menampilkan Citra
· Pada menu bar click File/New
· Kemudian click View/Algoritm pada menu utama
· Click Open pada toolbox algorithm, akan muncul kotak raster dataset, pilih direktori dimana data disimpan dan pilih file yang akan ditampilkan
· Pilih data yang akan ditampilkan
· Click OK
· Apabila akan mengubah band yang akan ditampilkan tanda panah pada toolbox algorithm
Mengubah Warna Tampilan Citra
· Tampilkan citra
· Pada toolbox algorithm click Surface,
· Pada Color Table click tanda panah, pilih warna (Misal: rainbow2)
Mengubah Ukuran Tampilan
· Click Zoom pada menu utama, drag mouse diatas citra sesuai luas daerah yang akan diperbesar
· Untuk mengembalikan tampilan citra seluruhnya, dari menu utama click View/Quick Zoom/Zoom to All Dataset atau click kanan mouse di atas citra kemudian click Quick Zoom/Zoom to All Dataset
Menampilkan Nilai Pixel
· Click View/Cell Values Profile atau click kanan mouse di atas citra kemudian click Cell Values Profile
· Click pointer
· Click kiri mouse di atas citra, sehingga akan ditampilkan nilai pixel seperti gambar di dawah
Menampilkan Posisi Koordinat
· Click View/Cell Coordinate atau click kanan mouse di atas citra kemudian click Cell Coordinate
· Click pointer
· Click di atas citra sehingga akan ditampilkan posisi koordinat dari pixel, seperti tertera pada gambar di bawah
Menampilkan Histogram
· Click View/Algorithm
· Click Layer pada Toolbox algorithm
· Kemudian click histogram
Cropping Data Citra
Dalam proses pengolahan citra, biasanya tidak keseluruhan scene dari citra kita gunakan, unruk mendapatkan daerah yang kita inginkan kita dapat memotong/cropping citra tersebut. Pemotongan citra dapat kita lakukan berdasarkan koordinat, jumlah pixel atau hasil zooming daerah.
Urutan dalam proses cropping citra adalah:
· Dari menu utama pilih File/ New
· Kemudian click View/Algoritm pada menu utama
· Click Open pada kotak algorithm, pilih direktori dimana data disimpan dan pilih file yang akan ditampilkan
· Click OK
· Pilih lokasi yang akan dicrop, dengan menggunakan zoom dengan cara drag mouse di atas citra atau kita juga bisa melakukan dengan cara click View/ Geoposition (apabila sudah diketahui posisi latitude-longitude, easting-northing, atau cell x-cell y), click Extents pada kotak dialog Algorithm Geopisition Extents
· Ketik posisi yang diinginkan pada latitude-longitude, easting-northing , atau cell x-cell y
· Click OK, maka pada tampilan akan diubah sesuai posisi tersebut
· Setelah tampilan sesuai dengan posisi yang kita kehendaki, aktifkan mouse pada toolbox algorithm
· Copy paste pseudolayer pada menu algoruthm, sejumlah band yang ada, dengan cara click pada menu algoruthm (misalkan disini dibutuhkan 9 band, yaitu untuk band 1, band 2, band 3, band 4, band 5, band 6_1, band 6_2, band 7, dan band 8)
· Ubah nama pseudolayer tersebut sesuai dengan band yang akan diisikan, dengan cara double click pada pesudolayer
· Isikan band sesuai dengan urutan layer dengan cara click tanda panah ke bawah pada pada menu algorithm
· Select semua layer pada menu algorithm tersebut dengan cara click Shift dan mouse pada layer B1 sampai B8
· Langkah selanjutnya Click File/Save as
· Berikan nama output
· Pilih type filenya ER Mapper Raster Dataset (.ers)
· Click OK
· Pilih tipe output : Multilayer
· Pilih tipe data : Unsigned8BitInteger
· Click OK







0 comments:
Poskan Komentar